Sabtu, 30 Januari 2010

Mahabbatullah

Hanya Allah semata yang berhak mendapatkan cinta
Al Ghazali berkata :
Siapa yang mencintai selain Allah, bukan karena adanya keterkaitan kepada Allah, maka hal itu adalah karena kebodohan dan kekurangannya dalam mengenal Allah. Cinta kepada Rasulullah saw adalah terpuji karena cinta ini merupakan buah dari cinta Allah. Demikian pula cinta kepada ulama’ dan orang-orang yang bertaqwa, karena kekasihnya Kekasih adalah kekasih. Urusan Kekasih adalah kekasih, dan pecinta Kekasih adalah kekasih. Utusan Kekasih adalah kekasih. Semua itu terpulang kepada cinta utama lalu tidak melampauinya kepada yang lain. Dalam pandangan orang-orang yang memiliki bashirah, pada hakekatnya tidak ada yang berhak mendapatkan cinta kecuali Dia. Penjelasan ini terpulang kepada lima sebab yang semuanya berhimpun pada hak Allah dan tidak terdapat pada selain-Nya kecuali salah satunya saja diantara kelima sebab tersebut. Ia merupakan hakekat (benar-benar ada) dalam diri Allah sedangkan keberadaannya dalam diri selain-Nya hanyalah merupakan khayal yakni kiasan semata, tidak memiliki hakekat. Bila hal ini telah difahami dengan baik maka akan terungkaplah bagi setiap orang yang memiliki bashirah kebalikan dari apa yang dikhayalkan oleh orang-orang yang lemah akal dan hati yaitu mustahilnya cinta Allah secara hakiki. Dari sini juga menjadi jelas bahwa tahqiq (mencapai hakikat) itu mengharuskan agar kita tidak mencintai siapapun selain Allah ta’ala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar