URGENSI TARBIYAH ISLAMIYAH DALAM KEHIDUPAN
Bismillahirohmanirohim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan langit dan bumi, Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, juga kepada keluarga, sahabat, serta orang-orang yang menapaki jalannya dan berpegang teguh kepada sunah-sunahnya hingga akhir zaman.
Perubahan adalah sesuatu yang harus dilakukan dalam kehidupan umat manusia, terutama dalam diri seorang yang masih mengakui dirinya sebagai seorang muslim. Berbagai studi dan teori dilakukan oleh manusia baik itu di dunia barat maupun di dunia timur, bahwa untuk suatu perubahan tidak hanya dibutuhkan sarana dan prasarana yang lengkap maupun management yang mantap. Tetapi semua sepakat baik masyarakat barat maupun timur bahwa perubahan yang paling penting, utama dan mendasar adalah perubahan dalam diri pribadi manusia itu sendiri, seperti dalam QS Ar- Ra’d ayat 11 “ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” Perubahan itu akan terjadi manakala kita malakukan Tarbiyah Islamiyah (pendidikan keIslaman) pada diri pribadi kita masing-masing.
Kalau kita kilas balik kesejarah zaman Nabi Ibrahim as bersama putranya Nabi Ismail as waktu mereka berdua hendak membangun Ka’bah beliau Nabi Ibrahim berdo’a seperti tertulis dalam QS Al Baqoroh ayat 192 “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”
Do’a Nabi Ibrahim as dijawab oleh Allah dengan diutusnya Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir, seperti dalam QS Al Jumu’ah ayat 62 “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. Kalau kita perhatikan ayat tersebut agar kita terhindar dari kesesatan yang nyata, maka tarbiyah memiliki tiga tahapan, yaitu , Tilawah (membaca), Menyucikan, dan Mengajarkan pedoman.
Kenapa tarbiyah islamiyah itu penting ?
Seperti kita ketahui bahwa maksud diciptakannya manusia oleh Allah hanyalah satu hal, yaitu beribadah kepada Allah, seperti dalam QS Adz Dzaariyaat ayat 56 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi(beribadah) kepada-Ku”. Agar manusia dalam kehidupannya di dunia bermakna ibadah maka manusia harus selalu menyandarkan tuntunan hidupnya pada Islam secara kaffah, dan bagaimana manusia dapat merefleksikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dalam mengarungi kehidupannya di dunia ini. Tapi pada kenyataannya sekarang ini manusia, khususnya mayoritas umat Islam berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, jauh dari tuntunan Islam, sehingga yang tampak adalah bahwa umat Islam itu bodoh, hina, lemah, miskin, berpecah belah, dan tidak punya kebanggaan pada Islam.
Tarbiyah memiliki urgensi yang tiada taranya, sejak amal islami digelar pada masa-masa awalnya, kita telah memahami bahwa langkah yang paling efektif untuk proses perbaikan adalah pembinaan pribadi sesuai dengan nilai-nilai Islam dan sistemnya untuk mengantarkannya kepada suatu tujuan, yaitu masyarakat muslim, lalu umat muslim, kemudian Negara Islam yang menegakkan syariat Allah
Tarbiyah memiliki pengertian, cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung (berupa kata-kata) maupun secara tidak langsung (berupa keteladanan, sesuai dengan sistemmdan perangkatnya yang khas), untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.
Hasan Al Banna bersama Ikhwanul Muslimin yang didirikannya pada tahun 1928 mencanangkan idealisme yang demikian tinggi, tertegaknya kembali kejayaan Islam. Tapi untuk menuju kesana kita punya satu modal, yaitu pemuda. Maka tidak ada yang bisa dilakukan kecuali mentarbiyah mereka, sampai akhirnya tarbiyah menjadi jargon utama dan semacam “trade mark” bagi Jamaah Ikhwanul Muslimin. Tarbiyah Ikhwanul Muslimin lahir dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, menapaktilasi perjalanan sahabat dan tabi’in, serta mengambil suri teladan dari manusia teladan yang ma’shum Muhammad saw, sepak terjang para pembaharu yang shalih, dan para tokoh Islam sepanjang sejarah. Imam Syahid Hasan Al Banna telah menggariskan bahwa tahapan aktivitas dalam Ikhwanul Muslimin ada tiga, yaitu ta’rif (pengenalan), takwin (pembinaan), serta tanfizh (pelaksanaan) dan setiap tahapan itu akan tegak hanya dengan tarbiyah. Oleh karena itu memberi perhatian yang khusus kepadanya dan menjadikannya sebagai prioritas utama disegenap kegiatannya, bahkan menjadikannya sebagai aktifitas yang kontinyu, tidak berhenti di tahapan manapun dari tahapan-tahapan sejarahnya. Hal ini seringkali sampai memancing komentar orang luar ’Tarbiyah bukanlah segala-galanya, dengan tarbiyah saja kita takkan bisa meraih kemenangan” yang kemudian dijawab oleh salah seorang tokoh Ikhwanul Muslimin, DR. Musthafa Mansyur “Tarbiyah memang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya takkan bisa diraih kecuali melalui tarbiyah”.
Tarbiyah Islamiyah sebagaimana sudah disebutkan di muka, berarti proses mempersiapkan orang dengan persiapan yang menyentuh seluruh aspek kehidupannya, meliputi ruhani, jasmani dan akal pikiran. Demikian juaga dengan dengan kehidupan duniawinya, dengan segenap aspek hubungan dan kemaslahatan yang mengikatnya, serta kehidupan akhiratnya dengan segala amalan yang dihisapnya, yang membuat Allah ridha atau murka. Oleh karana itu tarbiyah bersifat integral dan komprehensif, dan itulah yang membedakan antara sistem Islam dengan sistem atau aturan manapun. Sistem Islam mencakup seluruh aspek kehidupan itu dengan cakupan yang rinci dan detil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar